Rabu, 14 September 2016
Cinta
JATUH CINTA
Oleh : Anisayu
Jatuh aku terpeleset cinta
Karena licinnya kau punya gaya
Membuat setiap mata tergoda
Termasuk aku padamu juga suka
Sederas hujan kucurahkan air mata lara
Dapat reda seketika
Dengan senyum yang sedikit saja
Dari kamu yang aku suka
Seperih apapun terhiris kecewa
Bisa sembuh sekarang juga
Hanya karena ada sapa
Dari kamu yang aku damba
Jatuh cinta memang luar biasa mampu merubah dunia
Indahnya bak hidup di surga
Inilah rasaku jatuh cinta
Sempurna hatiku untukmu saja
Sumber: http://www.diakui.com/puisi-cinta-sejati-romantis/
Jalan Setapak Di Hatimu
JALAN SETAPAK DI HATIMU
Oleh : Anonimous
Sederhana
Namun lebih dari kemewahan Sempit
Namun cukup lebar untuk kutapaki
Jalan itu hanya setapak
Namun menjanjikan kebahagian
Jalan itu begitu asri dan sejuk
Menampakkan keindahan diri pemiliknya
Kutapaki jalan itu sendiri
Namun tak sedikitpun diriku merasa sepi
Kutapaki jalan itu padi dan malam
Namun semuanya amat terang gemintang
Aku tak pernah tau kemana jalan ini membawaku
Namun ku yakin jalan ini menuju ke arah kebahagiaan
Karna ku berjalan di jalan setapak
Jalan setapak di hatimu
Sumber: http://www.diakui.com/puisi-cinta-sejati-romantis/
Haruskah Aku Mengalah
HARUSKAH KU MENGALAH
Oleh : Anonimous
Seakan semuanya mudahOleh : Anonimous
Dia yang sangat mempesonaku
Setiap perbuatannya selalu mengundang perhatianku
Sungguh dia tak pernah lekang dari benakku
Kupastikan langkah tegasku
Tegar gemintar untuknya
Mencoba menguatkan tekat hingga bulat
Mengumpulkan semua peluh menyiksa
Waktu terus berjalan
Bumi terus berputar
Ku coba melangkah
Ku coba menapaki jejak hidupnya
Namun, jalanku tidak mulus
Jalan itu begitu bergelombang dan sangat terjal
Jalan itu begitu ramai dan dikuasai orang lain
Haruskah aku mundur dan berhenti menapaki hidupnya?
Sumber: http://www.diakui.com/puisi-cinta-sejati-romantis/
Cara Membuat SEMPOL
Bahan bahan membuat sempol;
- 50 gr tepung terigu
- 100 gr tepung sagu tani atau tepung tapioka
- 1 sendok teh lada bubuk
- 1 sendok teh saus tiram jika suka
- 1 sendok teh garam
- 50 ml air panas
- Kurang lebih 100gr daging ayam yang telah dipisahkan daging dan tulangnya keemudian haluskan,
- 1 butir telur, kocok lepas
Proses membuat sempol;
- Daging ayam yang telah dihaluskan masukkan kedalam wadah
- Kemudian tambahkan tepung kedalam daging juga semua bumbu seperti lada, saus tiram, garam aduk semua bahan sampai adonan rata juga jangan lupa menambahkan air panas kedalamnya, aduk kembali semua bahan dengan cara menguleninya sampai adonan tersebut berubah menjadi kalis
- Selanjutnya ambil sedikit bagian dan lilitkan ditusukan sate yang berukuran agak besa yang telah dipersiapkan terlebih dahulu ( tusukan ini kita bisa membeli yang sudah jadi yang banyak dijual di toko penjual tusukan sate)
- Rebus adonan yang telah dililitkan sampai adonan matang, lalu angkat dan tiriskan
- Sempol siap digoreng apa bila sempol telah tiris dan dingin
- Goreng
setengah matang angkat kemudian masukkan kedalam kocokan telur lanjutkan
menggoreng sempol sampai kering dan berubah menjadi kecoklatan
Sumber: http://www.kulinersehat.com/resep-membuat-sempol-enak-dan-gurih/
Bait Untuk Ibu
Tetes-tetes darah...keringat dan air matamu
Cukup sudah menorehkan
Prasasti-prasasti indah di hidupku-
Menggenapi di setiap celah ruang dan waktu
Gumam doa tulus nan sederhanamu
Jua ....keriput di kening ‘tuk menata asa
Demi anak-anakmu
‘tlah menjadi saksi –
Pada hamparan permadani indah beranda syurga
Akhirnya.....
Maafkan bila belum sempurna baktiku padamu
Saat renta usia menjemputmu....ibu, Maafkan kami anak-anakmu
Selamat jalan.....ibu
Merengkuh jalan panjang menuju haribaan-Nya
...... Tuhan Semesta Jagad Raya
Yakinlah suatu saat bersama takdir , nanti
Kita ‘kan tersenyum bersama semerbak harum surga
Amien......
Sumber: http://www.lokerseni.web.id/2015/02/puisi-ibu.html
Cukup sudah menorehkan
Prasasti-prasasti indah di hidupku-
Menggenapi di setiap celah ruang dan waktu
Gumam doa tulus nan sederhanamu
Jua ....keriput di kening ‘tuk menata asa
Demi anak-anakmu
‘tlah menjadi saksi –
Pada hamparan permadani indah beranda syurga
Akhirnya.....
Maafkan bila belum sempurna baktiku padamu
Saat renta usia menjemputmu....ibu, Maafkan kami anak-anakmu
Selamat jalan.....ibu
Merengkuh jalan panjang menuju haribaan-Nya
...... Tuhan Semesta Jagad Raya
Yakinlah suatu saat bersama takdir , nanti
Kita ‘kan tersenyum bersama semerbak harum surga
Amien......
Sumber: http://www.lokerseni.web.id/2015/02/puisi-ibu.html
Ibu
Ibu adalah sosok paling berjasa bagi
kita semua, tidak akan ada yang sanggup menghitung atau sekedar mengingat satu
persatu jasa-jasa seorang ibu. Mungkin itulah sebabnya di setiap agama dan
kepercayaan dijelaskan bahwa sosok utama yang harus dihormati, baru kemudian
ayah dan keluarga lainnya. Hal itu memang sudah diketahui dan disadari oleh
banyak orang, tetapi sayangnya tidak banyak orang yang berusaha memberikan
sedikit penghargaan untuk ibu mereka. Padahal yang setiap ibu inginkan tentu
bukanlah emas dan permata, hanya sedikit perhatian dan waktu luang dari
anaknya. Salah satu hari yang bisa diingat untuk membahagian ibu adalah hari
kelahirannya dan tentunya hari ibu. Hadiah sederhana seperti pusi ibu pastiakan membuatibunda terharu, apalagi
jika puisi tersebut adalah hasil tulisan kita sendiri, tentang betapa berharga,
berarti dan berjasanya beliau selama ini.
Tetapi tentu saja hal itu bukan hal yang mudah
untuk dilakukan, selain karena memang puisi adalah salah satu karya sastra
terumit juga karena tidak semua orang pandai bermain dengan kata-kata. Lalu
apakah itu menjadi hambatan untuk menunjukan rasa sayang terhadap ibunda
tercinta? Rasanya tidak. Karena saat ini sudah banyak puisi bertemakan ibu yang
beredar dalam bentuk antologi, ditulis oleh penulis-penulis profesional, dengan
harga yang relatif murah. Dan jika cara tersebut masih dianggap rumit, maka
salah satu pilihannya adalah dengan mengambil beberapa puisi ibu di internet dan
menyalinnya, sama seperti toko buku, di internet juga tersedia jutaan bahkan
ratusan juta puisi yang berasal dari belahan dunia manapun. Dan berikut
ulasannya Sumber: http://www.lokerseni.web.id/2015/02/puisi-ibu.html
Langganan:
Komentar (Atom)